Selasa, 07 Desember 2010

FAKTA MENGENAI PEMERINTAHAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DI TAHUN 8761

Siapa tak kenal Dena, seorang pembawa berita rahasia dari masa depan yang merupakan time traveler, mungkin hal ini sangat mustahil dan tidak masuk akal bagi sebagian orang yang mendengarnya, namun banyak sekali diberitakan mengenai kemunculan Dena diberbagai macam media massa, salah satunya di situs organisasi rahasia dunia Menkhof Cerenizt Moslem yang merupakan cikal bakal pendorong berdirinya negara Imperial Khilafah.

Dena adalah seorang wanita yang lahir di Otsborn, Hillandia, Vanis. Vanis sendiri bukanlah nama negara ataupun pulau, melainkan planet yang di huni manusia di tahun 8761. Dena menceritakan bahwa Organisasi Menkhof Cerenizt Moslem di masa depan telah memiliki penamaan yang berbeda menjadi Enkhaf Siris Mislah Edensa. Di abad 21 ini organisasi Internasional yang bergerak di bidang kesejahteraan umat Islam di seluruh dunia ini begitu sangat transparan dan tidak mungkin dapat dideteksi keberadaannya, bahkan pusat organisasinya.

Dena menceritakan bahwa organisasi Menkhof Cerenizt Moslem di abad 21 bekerjasama dengan organisasinya di masa depan, yaitu Enkhaf Siris Mislah Edensa tahun 8761. Tentu dengan terjalinnya kerjasama antara orang yang berada di ruang dan waktu berbeda akan memiliki kisah yang unik dan berbeda pula, namun hal itu menjadi perdebatan seluruh masyarakat di berbagai belahan dunia mengenai hal ini, mengenai ruang dan waktu serta mesin waktu bagi sebagian orang di masa ini tampak sangat mustahil, namun ketika kita melihat fakta seorang John Titor yang berada tidak jauh dari abad 21 ini menjadi bukti nyata bahwa mesin waktu telah ditemukan, namun bagaimana seorang Dena yang datang dari tahun 8761 menuju tahun 2010 demi menyelamatkan umat manusia dari kepunahan masal akibat organisasi mata satu?


Organisasi mata satu atau yang dikenal sebagai Dzalleh adalah organisasi yang memiliki pasukan yang sangat kuat, dan merupakan organisasi yang diketuai oleh seorang lelaki yang berparas sangat menakutkan, Dena menuliskan bahwa pemimpin organisasi mata satu memiliki tanda lahir di atas dahinya dengan tulisan bahasa Fasqeh yang dapat dikenal oleh siapa saja, bahkan yang tidak dapat membaca-pun mengenalinya. Dena tidak ingin menyebutkan siapa nama pemimpin organisasi mata satu, karena di masa depan Dena mengatakan bahwa siapa saja yang menyebut namanya maka pemimpin mereka tahu dimana keberadaannya, meskipun sedang berada di ruang dan waktu berbeda. Di masa depan Denna menceritakan bahwa antara hukum fisika dan metafisika akan bercampuraduk menjadi satu, jadi hal-hal di luar nalar pikir manusia suatu hari nanti menjadi nyata. Dena menambahkan bahwa Bumi kelak tidak akan mengalami krisis alam seperti global warming ataupun kemelaratan masyarakat, hal ini terjadi ketika organisasi Menkhof Cerenizt Moslem hadir di tengah masyarakat secara terang-terangan dan ikut hadir di kancah perpolitikan dunia sehingga dapat ikut campur tangan menghadapi berbagai macam persoalan Internasional.

Berbicara masalah manusia dari masa depan mungkin tampak sangat mustahil, selain pendapat yang dihadirkan oleh Dena mengenai ruang dan waktu menjadi perdebatan oleh kalangan ilmuan, pendapat yang dituliskan oleh Dena adalah sebagai berikut :


-Kehidupan ini tidak ada yang dinamakan kebetulan, semuanya telah digariskan oleh Allah.

-Masa depan dibagi menjadi dua, yaitu masa Silca dan masa Vacus. Masa Silca adalah masa depan yang dihadapi oleh manusia saat ini, mulai dari hari lahir hingga ketika nafas masih dapat berdetak saat ini. Masa Vacus adalah masa depan yang ada dikemudian hari, dimana ruang dan waktu ibaratkan kamar-kamar hotel yang memiliki pintu-pintu dengan nomor-nomor yang berbeda, dan setiap mahluk yang ingin menuju kemanapun dapat masuk sesuai kemauannya melalui kekuatan/teknologi.

-Manusia di masa depan tidak lagi mengenal rasa takut terhadap musuh-musuh mereka, dan yang dimaksud dengan rasa ketidaktakutan ini ditujukan kepada umat Islam di seluruh dunia ketika masa itu.

-Manusia di masa depan kelak memiliki portal ruang dan waktu, sehingga ketika koloni yang tinggal di sebuah planet berada pada jarak milyaran tahun cahaya dari muka bumi hendak melakukan ibadah shalat lima waktu ataupun ibadah Islami lainnya, maka mereka hanya memasuki portal ruang dan waktu untuk melakukan ibadah di Masjid-masjid yang ada di seluruh bumi.


-Di masa depan Islam sangat mendominasi dunia, tetapi di masa depan menurut Dena tidak ada negara Imperial Khilafah, melainkan masih dalam lingkup Demokrasi dan sistem Pemerintahan yang dia namakan Kufurus, atau sistem thagut yang kelak diketuai oleh organisasi mata satu Dzalleh.

-Di masa depan ketika organisasi mata satu hadir di tengah masyarakat, mereka sangat licik dan pembohong. Orang-orang tidak berdosa ketika di minta melakukan suatu registrasi Avornem (sedekah masyarakat) memberikan kapsul Hella dan Arra (larutan partikel yang mengandung air dan api), ketika masyarakat memiliki Arra maka diberikan Hella, begitupun sebaliknya, sehingga banyak orang yang mati ketika itu, ataupun ketika memiliki Hella, masyarakat diminta menebusnya dengan menjadi pengikut Dzalleh, dan barangsiapa tidak patuh maka mereka akan dibunuh.




-Bumi saat itu sangat hijau, sejuk dan indah, namun tidak dibagian benua Acca (Amerika). Benua Acca merupakan benua yang dikuasai oleh organisasi mata satu, sedangkan timur tengah di masa depan ketika itu akan di penuhi tanam-tanaman serta hutan tropis yang begitu subur dan juga tertata rapi, dan di tempat itulah organisasi mata satu tidak dapat memasuki timur tengah.

-Tanah Palestina masa ini tidak di huni oleh orang-orang Yahudi di masa depan, karena Organisasi Menkhof Cerenizt Moslem telah melancarkan serangan Nuklir bionik dalam proyek APHORBIA pada 15 Juni 8766, tepat sesudah pasukan tentara Israel membunuh 3000 orang Palestina tanpa menyetujui genjatan senjata yang diberikan oleh Organisasi Menkhof Cerenizt Moslem. Jenis nuklir Bionik (Bionical T Viruses AN1) yang ditargetkan pada pusat kota Yahudi, Tel Aviv. Di masa depan kota Tel Aviv merupakan kota yang sangat berbahaya di muka bumi, dan seluruh negara-negara sepakat mengkarantina negara Israel bersama orang-orang di dalamnya.

-Jutaan manusia di negara Israel mati oleh penyakit kulit, dan di seluruh tempat di penuhi oleh ulat-ulat dari bangkai-bangkai manusia. Israel kemudian diratakan dari muka bumi oleh Organisasi Menkhof Cerenizt Moslem dengan melakukan pembersihan masal, menciptakan E-730 (Sejenis biji nano robot yang menciptakan lubang hitam sehingga menghisap segala apapun yang ada disekitarnya, hingga dimatikan secara otomatis) dan membuang 20 unit E-730 di sampah antariksa lubang hitam Androa.
-Indonesia ketika itu menjadi negara Adidaya Universal, dan Bahasa Indonesia menjadi bahasa Universal dari seluruh penduduk di planet Bumi dan koloni-koloni planet-planet serta galaksi.


-Indonesia kelak mengganti simbol Pancasilanya dengan lambang dua sayap malaikat dan cahaya, melalui perundingan besar-besaran yang diadakan oleh Pemerintah Republik Indonesia di kota Tel Hebron, Indonesia tanggal 21 Juni 8766 yang di hadiri oleh presiden dari 12 negara bagian Bumi (Russia, Jerman, Belanda, Perancis, Finlandia, Italia, Spanyol, Australia, Timor Leste, Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia) dan 5 negara dari 5 galaksi (Estheronia, Cloria, Gyeon han 71E, Evote, dan Thalia)






-Al-Qur’an dan Al-Hadit’s di masa depan menjadi aturan yang dipakai oleh negara-negara dunia termasuk Indonesia melalui kesepakatan OSLA (Octus Sebeth Lavite Aguera) oleh 5.400.210.321 negara-negara di Galaksi Bima Sakti.



-Minoritas-minoritas agama Yahudi anti-serenisme, Hindu, Budha Kristen Protestan Herven (Harbi) dipindahkan menuju Planet Stamirius, Eltus, Avnomarne, Ghellel, Kovsun, Gyeon dae 117, Parkhongloon, Hiryawonkull Ex1, galaksi Axon yang jaraknya 9.700.310.394.382.948.493.294.458.385.849.999 dari galaksi Bima Sakti. Diputuskan oleh pemerintah Republik Indonesia pada bulan Mei tanggal 12 tahun 8767 di gedung Avon lantai 531 yang dihadiri oleh Serikat agama-agama Dzimmi di berbagai penjuru planet dan galaksi.



Dena menuliskan bahwa dirinya tidak mungkin dapat dikenal oleh masyarakat di abad 21, oleh karena Dena sendiri berada di stasiun Ondurae Hae Gyeon 512 tahun cahaya dari bumi, dan menuliskan postingannya melalui program Hexagrotimacolotric yang merupakan program yang dapat mengakses apapun tanpa batasan ruang dan jarak waktu. Bahkan Dena menuliskan bahwa dirinya dapat berkomunikasi langsung oleh ras manusia dari tahun 112.000, ras Andria, Nunacca/Nunaccen, dan Lemuria yang pernah menempati Bumi sejak puluhan ribu tahun yang lalu.

Dengan menuliskan bahwa manusia di masa ini sangat dibatasi oleh teknologi-teknologi yang membawa mereka kepada sikap irasional dan mengesampingkan hal-hal yang dianggap tidak masuk akal. Bahkan Dena menuliskan bahwa dirinya sangat kagum dengan film-film fiksi ilmiah di masa ini, dan memberitahukan bahwa teknologi-teknologi yang ada di dalam kisah fiksi ilmiah itu benar-benar hampir menyerupai apa yang ada di masa depan, seperti Star Trek dan Pandorum. Postingan-postingan Dena saat ini dapat anda lihat di berbagai forum, artikel-artikel dan blog-blog.

4 komentar:

  1. emang orangnya nulis sama ente pake bahasa apa gan , nice joke :D wkakaka

    BalasHapus
  2. Hari ini kaum Muslimin berada dalam situasi di mana aturan-aturan kafir sedang diterapkan. Maka realitas tanah-tanah Muslim saat ini adalah sebagaimana Rasulullah Saw. di Makkah sebelum Negara Islam didirikan di Madinah. Oleh karena itu, dalam rangka bekerja untuk pendirian Negara Islam, kita perlu mengikuti contoh yang terbangun di dalam Sirah. Dalam memeriksa periode Mekkah, hingga pendirian Negara Islam di Madinah, kita melihat bahwa RasulAllah Saw. melalui beberapa tahap spesifik dan jelas dan mengerjakan beberapa aksi spesifik dalam tahap-tahap itu

    BalasHapus
  3. Masih terkontaminasi mindstatusquo, coba akses database "human crystalite".

    Tentang room transmisi lorong-waktu , sekali lagi coba akses darabase human-cristalites ,karena itu main-variable paling urgen di era neu-transmision, yg anda posting.😎

    Salam dari gembala-milenial 😎

    BalasHapus