Saya sebagai seorang Kalvadier, begitu sangat antusias menyelidiki segala hal mengenai Dena beserta Time Traveler yang ada di berbagai belahan dunia pada abad ini, baik dari sejumlah surat-surat, dokumen rahasia negara, gambar, sketsa dan lain-lain telah berada dalam dua puluh lima keranjang kotak Hardisk Eksternal. 25 Hardisk Eksternal berisi segala macam hal begitu sangat penting bagi saya seorang Kalvadier. Saya merasa bahwa blog yang saya buat kelak menjadi blog yang sangat penting bagi dunia serta menjadi sorotan oleh siapa saja yang membacanya. Segala gambar-gambar yang ada di blog ini saya dapatkan dari berbagai macam sumber dan seorang seniman ternama di dunia dalam bidang seni modern.
Awal kisah saya adalah seorang programmer dari Indonesia yang tidak terlalu mahir dan terlihat biasa saja dalam menjalankan sistem operasi berbasis LINUX, mulai dari Ubuntu Fedora, Ubuntu 10.10 dan Ubuntu Sabily serta yang lainnya. Karena betapa maniaknya saya terhadap segala jenis LINUX beserta isi lekuk-lekukannya membuat saya lebih bergairah dan lebih terpesona terhadap Operasi Sistem ini. Hingga pada suatu saat saya mencoba melakukan proses Microkernel yang berisi sebuah abstraksi yang sederhana terhadap hardware dengan sekumpulan primitif atau system call yang dapat digunakan untuk membuat sebuah sistem operasi agar dapat berjalan, dengan layanan-layanan seperti manajemen thread, komunikasi antar address space, dan komunikasi antar proses. Awalnya saya kagum dengan seorang bernama Linus Trovald, sang pencipta Operasi Linux, dari tekad bulatnya menciptakan operasi sistem hingga dijadikannya sebagai OS yang bebas digunakan oleh siapa saja dan dimana saja, dari itulah saya memiliki tekad untuk menciptakan sesuatu dari Operasi Sistem Linux yang telah jadi menjadi sebuah OS yang menjadi-jadi. Hingga dari Microkernel tersebut saya melakukan pembelajaran mendalam selama lebih dari 3 tahun 11 Bulan sejak tahun 2008, hingga pada tanggal 25 Maret 2010 saya telah mantap dan mampu menciptakan suatu hal yang baru dari OS LINUX ini, dan saya berikan nama “ELDRUS”, suatu campuran antara Operasi sistem Linux dengan Modifikasi Microkernel tingkat tinggi yang telah saya buat dalam waktu lama. Lalu apa kata ketika saya mencoba mengkoneksikannya kepada jaringan Internet?
Entah percaya atau tidak koneksi internet yang berjalan seperti layaknya koneksi internet biasanya memiliki gejala keanehan yang sangat luar biasa ketika saya saksikan. Operasi sistem ELDRUS tersebut tanpa saya perintahkan di dalam software Moozila melakukan suatu kinerja random bersamaan dengan perintah yang ada pada terminal. Saya hanya menyaksikan kinerja spontan dan otomatis yang dilakukan oleh ELDRUS tersebut, hingga pada akhirnya terlihat sebuah tampilan aneh pada Moozila. Ada sebuah tulisan putih bertuliskan Entra Comunikasen Dena serchineing, lalu saya berpikir sejenak, “Bagaimana bisa saya mengatur segala bentuk koneksi internet mulai dari DHCP, DNS, IP ADRESS dan lain sebagainya tersambung dengan sebuah situs yang sama sekali tidak menjadi homepage dalam Moozilaku?”, lalu di tampilan tersebut bertuliskan Entra, dan di situlah suatu postingan berbahasa Indonesia tampak menjadi sebuah hal yang sangat menakutkan apabila dibaca secara menyeluruh. Seorang Dena yang datang dari 8766 sedang melakukan suatu koneksi jaringan atau sedang berusaha melakukan komunikasi dengan manusia saat ini. Aku berpikir bahwa hal ini adalah HOAX seorang Hacker yang mungkin saja mengenal alamat IP ku atau tindakan lain yang mungkin saja terkoneksi kepada diriku. Namun setelah dipikir panjang lama-lama saya percaya bahwa Dena beserta postingannya benar-benar dari masa depan pada tahun 8766. Sungguh amat sangat mustahil!
Saya membaca sehari semalam seluruh artikel-artikel miliknya secara sederhana, dan saat itu pula saya menyadari bahwa domain yang ada pada bar tidak seperti domain pada umumnya, bahasa acak beserta nomor-nomor random bagaikan sebuah file Exe yang dibaca dengan sebuah software Notepad. Sayapun men-copy alamatnya dengan menekan CTRL A lalu CTRL C, setelah saya pindahkan ke Open Office, maka alangkah terkejutnya saya, nama alamat yang terlihat acak dan tidak beraturan tersebut begitu amat sangat panjang bagaikan sebuah novel Harry Potter 6 Buku. Saya mencoba untuk menyimpan data tersebut, lalu betapa kagetnya saya ketika melihat bahwa size dokumen dari alamat tersebut sebesar 987 Mega Byte!, itulah mengapa saya heran betapa lamanya pengkopian dan penyimpanan alamat tersebut. Singkat cerita, saya mencoba untuk berkomunikasi dengan Denna, namun ketika saya membaca beberapa dari artikelnya bahwa dirinya sedang melakukan kontak dengan hasil proyek milik organisasi bernama Menkhof Cerenizt Moslem atau Enkhaf Siris Mislah Edensa bernama Al701-EA yang merupakan sebuah proyek yang ditugaskan untuk mengatur tatanan kehidupan umat Manusia di abad 21 ini agar di masa depan terjadi suatu proses perubahan manipulasi sebuah informasi rahasia yang amat sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan umat manusia.
Entah informasi tersebut bernama asli apa, Dena hanya mengatakan bahwa informasi tersebut dinamakan Eks, sebuah informasi yang disimpan sejak ribuan tahun ketika manusia melakukan eksplorasi reruntuhan kamp pengungsian Al-Atlanta di sebuah samudera yang dahulunya adalah benua yang dihuni oleh orang-orang dari tahun 8766 sebanyak 9.909.709.384.032 yang terbagi menjadi dua kelompok bernama Al-Atlanta dan Al-Lam’aria. Informasi tersebut didapatkan oleh seorang professor dari Quaserm, Aforna, Mars pada 12 Juni. Menurut Dena yang menyelidiki informasi yang sangat vital itu, bahwa dirinya sendiri tidak mengetahui pada tahun berapa professor itu menemukan Eks? dan siapakah Professor itu?
Kali ini saya sedikit memahami koneksi antara satu artikel/arsip yang mungkin suatu dokumen yang disimpan oleh Dena untuk disimpan secara pribadi atau disebarkan kepada khalayak umum. Artikel atau dokumen/arsip yang saya lihat berjumlah lebih dari 1298 Template yang masing-masing template berjumlah sekitar 2311 artikel/arsip/dokumen. Saya lebih senang menyebut artikel daripada sebuah dokumen oleh karena ketidaksenangan hati yang serasa membuka privasi orang lain, tetapi karena hal ini terasa sangat langka maka sayapun tidak ingin membahasnya terlalu dalam. Artikel pertama yang tertulis adalah angka “1” dalam template bernama “1” hingga seterusnya. Isi template itu sendiri berisi tentang kegiatan-kegiatan Dena serta Surat-surat penting yang disimpan olehnya. Surat yang membuat saya heran teramat besar adalah Ultimatun Kalvadisa yang berisi tentang peringatan atau sebuah Ultimatum kepada Umat Manusia di muka Bumi. Dari hal ini saya lebih terkejut ketika membaca beberapa kalimat bahwa Indonesia di masa depan adalah negara Adidaya dalam skala Universal!.
Artikel tersebut terlihat seperti suatu pernyataan yang mungkin ingin disampaikan Dena kepada umat manusia di masa ini, namun entah mengapa dan bagaimana atau cara lain seperti apa dirinya memberikan ultimatum tersebut. Saya mencoba mentafsirkan setiap kalimat-kalimat yang ada pada surat Ultimatum tersebut yang ditulis oleh Pemerintah Republik Indonesia tahun 8766, tetapi dari dokumen ini saya menghubungkannya dengan beberapa template yang berisi tentang sejumlah arsip-arsip miliknya.
“Kami dari Organisasi Enkhaf Siris Mislah Edensa (Indonesia) dari tahun 8761 menyampaikan kepada seluruh rakyat negara Indonesia dengan sistem Demokrasi dan Pancasila kepada tahun 2010-2500 sebuah Kalvadisa atau Undang-Undang peraturan dunia mengenai Indonesia pasal 1 ayat 1 tentang peraturan kepemimpinan dan hak kekuasaan negara sistem Demokrasi Pancasila.”
Dokumen yang disimpan oleh Dena disimpan dalam template nomor 1 pada halaman 1. Dari isi tulisan menunjukan bahwa surat ultimatum tersebut berasal dari Organisasi Enkhaf Siris Mislah Edensa. Pada kata Edensa ini saya mendapatkan hubungan kalimat pada template ke 20 nomor 1 mengenai nama wilayah, kota, desa, tempat dll berdasarkan jenis tahun dan perubahan nama sepanjang tahun. Edensa dalam kata ini adalah Indonesia, oleh sebab itu saya memberikan kurung sebagai keterangan bahwa Edensa adalah nama yang kelak berubah di tahun 8766 menjadi Edensa. Pada template ke 20 nomor 1 berisikan potongan informasi sebagai berikut :
“Edensa, Garhem, Franca, Talleon, Incca menyepakati perjanjian Prejudinceus di masa pergerakan modernisasi awal berkuasanya presiden kulit hitam kelima Incca bernama Goltberg pada musim ke empat tahun 2791 maret pukul 12:00 di gedung putih. Presiden Edensa Adipratama Hardja Pangestu menyetujui rancangan perjanjian Prejudinceus dengan alasan tidak memberatkan hubungan antara pengolahan sumberdaya alam negara Edensa berdasarkan hukum-hukum ke-5 Pancasila sebagai Ideologi milik bangsa Edensa bersamaan dengan Presiden Garhem Gouft Darlf Kein serta negara-negara lainnya.” (Tplt 20:1)
Kalimat inilah sebagai bukti yang jelas mengenai kata Edensa pada surat Ultimatum, terlebih pula pada informasi-informasi lainnya mengenai Pancasila serta hal-hal yang menyangkut ke-Indonesiaan. Tidak bisa dipungkiri bahwa Dena merupakan kunci rahasia yang mungkin dapat menjadi jendela bagi umat manusia yang terhalang oleh dinding mengenai masa depan. Tetapi dari surat ini memang sudah disebutkan kata “Indonesia” sebagai ultimatum yang ditujukan kepada negara terdahulu yang masih diberi julukan “Indonesia”. Ultimatum Indonesia diberikan kepada seluruh pemerintahan baik dari orde tahun 2010-2500 yang berarti batas dari ultimatum tersebut adalah selama 500 tahun, bukan lamanya fungsi pergantian jenis sistem pemerintahan yang tertulis pada baris berikutnya. Entah apa yang terjadi apabila 500 tahun yang merupakan batas penunjukan terhadap pemerintah saat ini dan nanti, tetapi dari kalimat lain terdapat Kalvadisa yang merupakan sebuah peraturan dunia yang bersifat Universal tentang Indonesia pada pasal 1 ayat 1 tentang peraturan kepemimpinan dan hak kekuasaan negara sistem Demokrasi Pancasila, artinya bahwa pada pasal 1 ayat 1 adalah suatu keutamaan yang dibuat dalam suatu hukum/aturan Universal mengenai Indonesia, dan Indonesia adalah sebuah negara Adidaya pada tahun 8766 oleh bukti pada hukum Kalvadisa pasal 1 ayat 1, tidak berada pada urutan kesekian ratus bahkan milyar pasal dan ayat.
“Dengan diberlakukannya Kalvadisa atau aturan mengenai kepemimpinan dan hak kekuasaan negara sistem Demokrasi Pancasila pada tanggal 12 Maret 8761”
Keterangan ini menunjukan bahwa hukum Kalvadisa yang merupakan hukum Universal mengenai hak kekuasaan negara Indonesia dibuat pada 12 Maret 8761 mulai dari pasal 1 ayat 1. Namun dari sini suatu kehebatan suatu pembuatan hukum, dimana hukum Universal Kalvadisa selama 8 tahun menjadi hukum Universal yang entah pada ayat berapa dan pasal berapa yang merupakan pengakhiran pasal dan juga ayat, entah mungkin 2 juta, 1 milyar atau hanya beberapa puluh, tetapi hukum Universal mengenai kenegaraan mungkin berjumlah milyaran lebih oleh sebab pada hukum Kalvadisa adalah sebuah ayat Universal, dan tentu juga mencantumkan kepentingan negara-negara lain, dan bukti yang memperkuat hal itu ketika beberapa dokumen Dena menyatakan bahwa terdapat 5.400.210.321 negara dalam satu galaksi Bima Sakti yang berada disetiap konstelasi-konstelasi bintang dan tata surya yang terdapat dalam template ke 7 nomor 2 mengenai kesepakatan OSLA tentang persetujuan negara-negara di seluruh galaksi Bima sakti dalam penerapan hukum Al-Qur’an dan Al-Hadits. Maka kemungkinan besar hukum Kalvadisa memiliki jumlah seperempat milyar pasal dan ayat, namun Indonesia-lah yang berada pada barisan pertama pada pasal 1 ayat 1, dan itulah mengapa saya mengatakan bahwa Indonesia adalah negara Adidaya di masa depan, dan ditempatkan pada urutan pertama dibanding milyaran negara-negara lainnya. Hal ini dapat diperkuat dengan baris selanjutnya di kalimat Kalvadisa pada ultimatum tersebut.
“Maka Indonesia diharuskan mengganti sistem Demokrasi Pancasila dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits sesuai dengan hukum-hukum Syariat Islam secara menyeluruh. Ketentuan ini disampaikan kepada seluruh Rakyat Negara Edensa dan Rakyat Negara Indonesia tahun 2010-2500. Mengingat bahaya yang kelak ditimbulkan oleh lapisan masyarakat dan organisasi-organisasi mata satu yang telah menumpahkan darah di Timur Tengah, Eropa serta Benua Amerika dan Koloni-Koloni yang berjarak 200 tahun dari Bumi. Pemberitahuan ini kami sebarkan secara massal kepada seluruh Kepemerintahan Negara Indonesia dan Negara Indonesia 2010-2500 dengan sangat terpaksa dan dalam keadaan sangat darurat.”
Dari sini Saya merasa ada kejanggalan dari kalimat Ultimatum Kalvadisa, untuk apa negara Indonesia di tahun 8761 mengganti sistem negara yang berdiri selama ribuan tahun lamanya di waktu mereka dari sistem Demokrasi Pancasila dengan Syariat Islam secara menyeluruh? Dari hal inilah saya menemukan jawabannya ketika meneliti arsip digital Dena pada template 20 mengenai musuh dan aturan, karena template pada situs acak tersebut memiliki judul dan nama, maka saya dapat mencari penghubung-penghubung dari surat-surat yang tersedia dengan mudah. Isinya sebagai berikut :
“Organisasi Menkhof Cerenizt Moslem,Hamas, Hizbullah, AL-Qaeda, Hizbut Tahrir, Affa, Al-Mujahidin memiliki tipe perjuangan membangun keadilan bagi diri mereka sendiri ataupun khalayak ramai. Menkhof dan Hizbut Tahrir yang ada sejak ribuan tahun lalu berada pada lingkup yang aman dari tindak anarki dan kekerasan, dan pada kelompok lain adalah gerakan perjuangan fisik melawan musuh dari sekutu-sekutu thagut yang berarti sekutu-sekutu setan. (Tplt 20:2)
“Bagi mereka perjuangan yang panjang dan tidak kenal lelah akibat suatu ayat kramat menyatakan bahwa apabila muslim tidak memiliki baiat Khalifah di pundak maka mati mereka adalah mati Jahiliyah, maka mereka perjuangan dari pikiran ataupun fisik melawan kemungkaran” (Tplt 20:106)
Kemungkinan inilah ketakutan pemerintah negara RI tahun 8766 mengenai Thagut yang nyata-nyata thagut. Entah di masa depan agama menjadi sumber pedoman yang begitu dalam atau tidak, kemungkinan Organisasi mata satu yang dimaksud adalah Dajjal atau Anti Kristus, namun Dena sendiri tidak menyinggung soal itu. Tetapi mengapa Ultimatum yang dibawa Dena berisikan waktu dari tahun 2010 hingga 2500 saja? Apakah setelah waktu itu kejadian buruk kelak terjadi seperti tragedi timur tengah? Atau ada hal lainnya?
Pentafsiran akan saya lanjutkan pada postingan selanjutnya. Saya ingin memahami lebih isi-isi arsip-arsip yang bagi saya adalah suatu harta yang sangat berharga bagi saya, dan mungkin sangat sayang apabila dibagikan kepada orang lain mengenai hal-hal yang mendetil, karena mugkin saja dapat disalahgunakan, oleh karena itu saya memberikan informasi umum saja mengenai Dena, asal-usul, kejadian dan lain-lain.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar